Demi Suami Kurelakan Tubuhku

 


Ini adalah cerita pengalaman ku, Perkenalkan namaku Hana Lydia NRonalla dan aku biasa dipanggil Hana. berawal dari suamiku yang bekerja disalah satu perusahaan dan dekat dengan bos perusahaan.
Bos dari suami ku yg bernama ‘Ronal” itu masuk ke dalam villa dengan pakaian sport, celana pendek, baju kaus dan sepatu olahraga, semua nya serba putih,
Dan boss Martin lalu menghampiri aku yg berdiri kaku di dekat pintu depan…..
“Apa kabar Mbak Hana….??” sapa nya sambil menjabat tangan ku.,
“Baik Boss…..!?” sahut ku tanpa keberanian menatap mata nya,
Suami ku juga berdiri tegak dan kaku di samping ku, Lalu berkata……
“Maaf Boss… kalau tidak ada lagi yg harus saya kerjakan, saya mohon pamit pulang…..!?” ujar suami ku,
“Okey…….!?” Boss Martin mengangguk sambil tersenyum,
“Besok sore jemput istri mu ke sini ya……!?”
“Siap Boss……!?” jawab suami ku terlihat pucat wajah nya,
Lalu boss Martin menepuk bahu suami ku sambil berkata….
“Terima kasih atas pengertiannya ya… Nanti akan berbuah pada karier mu juga……!?” ujar nya,
“Siap Boss. terima kasih. Saya mohon pamit…..!?”
“Oh ya… tunggu…….!?“ Bos Martin membuka tas yg tergantung di bahu nya, Lalu mengeluarkan amplop berwarna coklat muda, mungkin berisi segepok uang di dalam nya, Amplop itu di berikan kepada suami ku sambil berkata…….
“Ini untuk beli pertama mobil mu…….!!” ucap nya,
“Siap….Terimakasih Boss…….!!” balas suami ku,
Sebelum meninggalkan kami, suami ku sempat cipika-cipiki dulu dengan ku, kemudian meninggalkan aku bersama Boss nya itu berdua saja di ruang tamu villa yg megah ini,
Setelah menutup sekaligus mengunci pintu depan, laki2 tampan itu memegang tangan ku dan mengajak masuk ke dalam, Ke ruangan yg lumayan luas Dan aku semakin deg-degan, karena semakin membayangkan apa yg bakal terjadi sebentar lagi…….
“Tadi saya main tenis sebelum ke sini…..!?” kata Martin sambil mempersilakan aku duduk di sofa,

“Badan saya penuh keringat, saya mau mandi dulu ya……!!”
“Silakan…….!?” sahut ku sambil berusaha untuk tersenyum semanis mungkin,
“Apa mau nemenin saya mandi……!?” tanya Boss Martin dengan tatapan menggoda ku,
Aku tergetar hebat melihat tatapan dan senyum lelaki muda yg memang ganteng dan maskulin itu. “Saya sudah mandi sebelum ke sini tadi Boss,” sahut ku rikuh,
“Oke… kalau gitu tunggu sebentar ya… Kalau haus, silakan ambil minuman di kulkas itu….!!” ucap nya,
Kemudian dia membuka salah satu pintu di antara beberapa pintu yg berderet di kanan kiri villa besar ini,
Pintu yg di buka oleh Boss Martin tidak di tutup lagi, Tak lama kemudian terdengar bunyi pancaran air shower, Sementara aku melangkah ke belakang, karena lewat dinding kaca tebal ruangan ini aku lihat ada kolam renang di belakang nya,
Berenang memang salah satu hobby ku Waktu masih gadis,
Kolam renang di belakang villa ini cukup luas, Membuat aku gemas, ingin mencoba berenang di situ, Tapi aku tak membawa pakaian renang, Maka aku hanya melihat-lihat saja dari dekat dinding kaca tebal yang ada di bagian belakang ruang villa ini,
Ternyata Boss Martin tidak lama mandi nya, Beberapa saat kemudian dia sudah muncul lagi dalam kimono putih nya yg terbuat dari bahan handuk tebal,
Lalu dia meraih tangan ku, mengajak duduk di sofa yg paling dekat dengan dinding kaca menghadap ke kolam renang itu,
“Suka renang ya …..??” tanya nya sambil melingkarkan lengan kiri nya di pinggang ku,
“Suka… Tapi saya ngak bawa pakaian renang……!?” sahut ku dengan jantung berdebar-debar, karena tangan kirinya mulai meremas pinggang kiri ku,
“Telanjang aja berenang nya, Kolam ini kan takkan bisa di lihat dari luar, karena tembok pagar nya cukup tinggi……!!”
“Hmmm… seumur hidup saya belum pernah berenang telanjang……!?“ tiba2 Martin mendaratkan kecupan nya di pipi kanan ku, Lalu terdengar bisikan nya,
“Saya bahagia sekali Mbak Hana bersedia memenuhi undangan saya ke sini…….!?”
“Jujur aja, saya baru sekali ini mau nyeleweng karena suami yg minta …!?” Jawab ku,
“Jangan sebut boss ah…. Mbak kan bukan pegawai saya…….!!” Kata nya,
“Mmm… kalau gitu panggil Hana juga nama saya, Jangan pakai mbak-mbak an ya…….!!” balas ku,
“Mmm… nama nya Hana kan…….??”
“Iya…. Tapi dalam keseharian biasa di panggil Hana aja……”
“Hana tau ngak… saya sudah lebih dari tiga tahun mengharapkan pertemuan seperti ini……!?”
“Waktu ketemu pertama, saya kan sedang hamil……..!?” kata ku,
“Justru dalam keadaan hamil itu Hana terlihat menggiurkan sekali, Apalagi kalau bayi yg ada di dalam perut mu itu anak saya… pasti saya akan ciumi perut Hana tiap ada kesempatan, Kalau suami mu izinkan, saya ingin sekali menghamili Hana, Nanti anak nya akan sepenuh nya menjadi tanggung jawab saya………!!” ucap nya sambil merapatkan pipi kiri nya ke pipi kanan ku,
“Kalau soal itu, saya harus minta izin dulu pada suami ……!?” jawab ku,
“Tentu aja… Soalnya sebelum hamil pun Hana harus di pingit dulu, Tidak boleh di gauli oleh suami mu, Supaya anak nya seratus persen berasal dari benih saya, Makanya belum tentu Ronal suami mu menyetujui nya, Tapi kalau dia setuju, saya akan memberikan kompensasi yg luar biasa berharga nya, Sekarang Hana ikut program KB kan…..??”
“Iya……….!!”
“Nanti kalau sudah ada persetujuan dari Ronal, Hana harus stop dulu KB nya ya ……!?”
Mendengar ucapan nya itu aku jadi merinding,
“Keinginan itu hanya sebagai tanda bahwa saya serius jatuh hati pada mu Hana, Tapi sudahlah… jangan pikirkan masalah itu dulu yah ….!?” Kata nya lagi,
Aku tercenung sesaat, karena memilih kata-kata yg mau aku ucapkan, Lalu kata ku perlahan…..
“Awal nya sih takut begini… karena saya ini wanita bersuami, Tapi setelah suami menceritakan bahwa Martin suka sama saya, ya saya jadi nya mau juga……!?” ucap ku,
Martin melingkarkan lengan kirinya di leher ku, sambil menatap ku dengan sorot yg mendebarkan,
Serius, keadaan udah berbalik, Aku terlalu munafik kalau bilang ngak tertarik sama Martin… baru melihat tatapan nya saja sekujur dada ku bergetar,
Pikiran itu terputus di tengah jalan, karena tiba2 Martin memagut bibir ku, lalu menciumi ku dengan hangat nya, Membuat aku mulai terlena dan membalas lumatan nya dengan lumatan bibir ku pula, Toh suami ku sudah mengijinkan nya menikmati tubuh ku ini,
Entah kenapa, baru berciuman begini saja diam-diam aku mulai horny, Mungkin karena aku terlalu menghayati nya, sesuai dengan anjuran Bang Ronal suami ku, yg menyuruh aku enjoy dan mencoba menghayati semua ini, agar aku tidak kelihatan hanya ingin mengejar harta nya Martin saja…..
Jujur saja, dalam keadaan sudah mulai ketelanjuran ini, sedikit pun aku tidak memikirkan harta lagi, Seandai nya Martin tidak memberikan apa pun, aku rela di perlakukan sekehendak hati nya oleh lelaki muda berdarah campuran yg sangat ganteng dan jantan ini, Mungkin ini suatu pertanda bahwa hati ku sudah benar-benar runtuh pada nya…..
Aku benar-benar terlena, sehingga aku tidak menyadari sejak kapan tangan Martin mulai menyelusup ke balik gaun mini ku, Sementara payudara ku sudah di sembulkan nya keluar lewat belahan gaun di bagian dada ku, Aku semakin lupa daratan ketika dia mengemut pentil payudara ku, sementara tangan nya yg satu lagi memijat-mijat pangkal paha ku…..
Aaaah… jemari nya mulai menggerayangi liang kemaluan ku yg senantiasa tercukur bersih ini, Jelas ini membuat aku tambah horny berat… Membuat aku ingin rasa nya segera di setubuhi oleh boss muda yg ganteng dan macho ini……
Aku tak menduga bahwa sentuhan demi sentuhan Martin ini sengat menghanyutkan sekali, Sehingga aku benar-benar terlupa bahwa aku ini seorang istri yg sangat mencintai suami ku,
Lalu terngiang lagi bisikan suami ku sebelum berangkat menuju villa ini tadi, “Pokok nya selama bersama Martin nanti lupakan aja aku, Supaya kamu bisa konsen membuat Martin puas lahir-batin…..”
Maka ketika Martin masih asyik mengemut puting toket ku sambil mengelus-elus mulut memek dan kelentit itiel ku, diam-diam aku pun berani menyelusupkan tangan ku ke balik kimono Martin Dan… Maaaak… Ternyata dari tadi Martin tidak mengenakan celana dalam di balik kimono putih nya itu, Aku sudah memegang batang kontol nya yg sudah sangat tegang ini, Ufhh… Gede dan panjang,
semua ini membuat nafsu birahi ku semakin menggila…..
Sehingga tanpa tedeng aling-aling lagi aku membisiki telinga Martin: “Martin… aku sudah tak kuat lagi menahan nafsu, Lakukanlah se… sekarang juga……. !!”
Martin mencium bibir ku, Lalu mengangkat dan membopong tubuhku ke dalam kamar nya yg penuh dengan perabotan serba impor Dan meletakkan tubuh ku dengan hati-hati di atas tempat tidur yg juga aku yakin bukan buatan lokal,
Di situlah Martin melepaskan busana ku sehelai demi sehelai, sampai akhirnya aku telanjang bulat,
Kemudian Martin menanggalkan kimono nya, sehingga dia pun langsung telanjang bugil di depan mata ku…..
Wow… sekujur tubuh Martin nyaris sempurna di mata ku, Sempurna sebagai seorang lelaki muda berdarah campuran bule-indo-chinese yg ganteng dan maskulin, Tinggi tegap, dengan otot sixpack di perut ramping nya, Sehingga hati ku semakin runtuh di buat nya,
Sementara sorot wajah nya terasa teduh, Membuat hati ku nyaman dan rilex bugil di depan nya,
Auranya demikian kuat nya bagi ku, seolah mengandung daya magnetis yg membuat aku akan mengiyakan apa pun yg di inginkan nya saat ini, aku pikir wanita manapun pasti tidak akan menolak di telanjangi pria muda setampan Martin ini,
Maka tanpa ragu-ragu lagi aku usap-usap dada nya yg bidang, perut nya yg sixpack dan bahkan ku genggam kontol nya yg tidak bersunat tapi sudah tegang ini, Dengan gairah yg tak pernah kenal rasa malu lagi, lobang pepek ku berdenyut2 keras,
Sebenar nya aku ingin menciumi kontol putih kemerahan milik nya itu, Tapi Martin mendorong tubuh ku agar terlentang dan mendekatkan wajah nya ke permukaan liang kemaluan ku, ini Membuat aku yakin bahwa dia akan menjilati pepek ku, Aaawwwhh….
Namun aku mencegah nya sambil berkata…..
“NGak usah diapa-apain Tin… punya aku sudah basah… aku ingin merasakan punya mu dulu yah …..!!” Pinta ku dengan binal,
“Oh ya… Jadi mau sama ini aja langsung Han….??” tanya nya sambil memegang kontol nya yg di acungkan ke arah perut ku,
“Iii… iyaaa, entot dulu pepek ku ya Tin…….!!” sahut ku dengan senyum genit,
Dan ketika Martin meletakkan ujung kontol nya di mulut kemaluan ku, wajah mas Ronal suami ku terlintas di pelupuk khayal ku, Membuat aku merintih dalam hati,
“Maafkan aku suami ku… semuanya ini atas kehendak mu juga kan….?!” kata ku dalam hati,
Lalu terasa Martin mencolek-colekkan moncong kontol nya ke mulut lobang pepek ku, Mendesak nya sejenak… membuat kepala kontol nya membenam sedikit demi sedikit di bagian dalam mulut vagina ku, Aku memejamkan mata ku sambil merengkuh leher Martin ke dalam pelukan ku, Pada saat itulah aku rasakan batang kontol Martin semakin jauh membenam ke dalam liang kewanitaan ku ini, nikmat sekali rasa nya, ini menjadi kontol laki2 kedua selain suami ku yg bersarang di lobang sorga ku ini,
Oowwhhhh… inilah untuk pertama kali nya vagina ku di terobos oleh kontol laki2 lain yg bukan alat kejantanan suami ku, Ada perasaan pilu yg meresap ke dalam lubuk hati ku, Namun ketika membuka kelopak mata ku, wajah penuh daya pesona Martin membuat hati ku luluh, Terlebih lagi setelah melihat sepasang mata nya yg indah dan begitu dekat dengan wajah ku, ada rasa bangga juga dalam hati ku bisa menikmati kontol laki2 tampan ini,
Di tambah dengan terngiang nya suara suami ku sebelum tiba di villa ini tadi……
“Jangan kecewakan dia… lupakan saja aku selama bersama dia nanti… puaskan dia… enjoy saja… puaskan dia… semua itu demi masa depan kita dan… puaskan dia…… “*
Dalam cengkraman nafsu sehebat ini, aku memang ingin menikmati nya,
Martin pun mulai benar-benar mengentoti liang kenikmatan ku ini dengan gencar nya, kontol nya mulai lancar bergeser-geser dan menggesek-gesek dinding liang sanggama ku, Dalam keadaan sudah jauh begini, perempuan mana yg tidak melupakan segala nya kecuali merasakan nikmat nya gerakan maju-mundur nya kontol yg sedang memompa liang kewanitaan ku ini,
Cara menggerakkan kontol nya pun terasa soft sekali, seolah dalam film dalam gerakan slow motion, Ini membuat ku bisa menghayati geseran demi geseran kontol nya Martin, takad ku cuma satu, service memuaskan dia dan mendapatkan segalanya,
Sementara bibir nya terkadang menciumi bibir ku, menyedot dan menggeluti lidahvku di dalam mulut nya Dan ketika mulut nya bersarang di leher ku, dengan jilatan dan gigitan lembutvnya, rintihan demi rintihanvku pun mulai berhamburan tanpa terkendalikan lagi,
Dalam keadaan lupa segala nya inilah aku meremas-remas bahu Martin sambil merengek-rengek keenakan,
“KeTiiin… ooo… ohhhh… Martiiiin… ba… baru sekali ini aku merasakan Ngentoittt se… seenak ini Tiiin… ooohhhhhhh… KeTiiin… ini lu… luar biasa enaaakkk nya Tiiin…….!!”
Celotehan aku itu di luar alam sadar ku, Tapi aku sadar setelah semuanya berceplosan begitu saja dari mulut ku Dan aku sadar bahwa semua nya itu benar, Greget persetubuhan ku dengan Martin ini benar-benar luar biasa, Aneh memang, aku sudah sangat sering merasakan nikmati nya di setubuhi oleh suami ku sendiri, hanya perbedaan nya adalah ukuran kontol nya lebih besar dari milik suami ku, dan cara nya menikmati dan mengentoti pepek ku lebih ke luar biasa romantis nya,
Apakah rasa nikmat yg terlalu ini karena di bantu oleh setan…? Ataukah seperti kata orang bahwa selingkuh itu indah (SII) dan nikmat….?
Entahlah… Yg jelas makin lama Martin mengentoti pepek ku, makin terlupalah aku kepada suami ku, Tapi bukankah suami ku sendiri yg menganjurkan ku agar melakukan semuanya ini, dinikmati saja dan jangan mengingat-ingat suami selama bersama Martin ini….?
Ya… akhirnya aku memang jadi ingin enjoy saja… ingin menikmati dan menghayati betapa setiap geseran batang kontol Martin menciptakan arus getaran hebat yg mengalir dari ujung kaki sampai ke ubun-ubun di kepala ku, Lalu tiap kali aku menatap wajah Martin, Owh.. aku serasa melihat seorang pangeran tampan yg sentuhan demi sentuhan nya membuat ku klepek-klepek….. Durasi main nya perkasa banget,
Ploookk.. plaakk.. plookkk…..
“Martiiiin… oouuughh… ooooooh… kontol muu kok enak sekali Tiiin… dudududuuuuh… entot terus Tiiin… iyaaa… iyaaa… entot terussss… iyaaaa… entot terusssss… entooootttttt… aarkghhhhh…..!?”
Sementara itu nafas Martin pun sudah mulai ngos-ngosan, Tapi dia masih sempat membisiki ku….
“Hana… memek mu ini luar biasa enak nya… saya ingin sepuas nya menikmati tubuh mu, kamu cantiikkk sekalliii…… ?!”
Aku pun menyahut nya….
“Kapan pun Martin mau… aku akan selalu siap untuk merasakan enak nya di kentot oleh kamu Tin… ayo entot terus KeTiiin… kontol Martin enak sekaliii… iyaaaaaa… entooootttt… entooooottt pepeekkk kuu aaahhhh……”
Martin mengikuti permintaan ku, Tongkat kejantanannya di pacu terus dengan gagah nya, Sehingga aku sendiri yang harus menanggung “Akibat”nya, tampan tapu juga perkasa banget laki2 ini, pikir ku,
Ya… aku mulai gedebak-gedebuk lalu tubuhku jadi kejang… oooo… ooooohhhhhh… ini nikmat sekali… bahwa ketika batang kontol Martin sedang asyik memompa liang memek ku dalam kecepatan tinggi, membuat tubuh ku terkejang-kejang sambil menahan nafas ku dan… terasa liang memek ku berkedut-kedut kencang, pertanda diri ku sudah tiba di puncak kenikmatan ku alias akan orgasme…
Tubuh ku pun mengejang, bergetar hebat lalu terkulai lemas dengan kepuasan sedalam lautan…
“Kenapa Han .. Udah orgasme ya….?” tanya Martin sambil menghentikan kentotan nya.
“Iya… kontol mu terlalu enak sih……..!!”
“Tukar posisi yuk….!!” ajak nya sambil mencabut batang kemaluan nya dari liang sanggama ku,
“Mau posisi gimana Tin….!?” tanya ku sambil duduk dan mengambil kertas tissue basah dari meja kecil di dekat bed, Lalu ku seka lobang ku yg banjir dengan kertas tissue itu,
“Sekarang Hana di atas ya ….!?” sahut Martin sambil terlentang dan mengusap-usap kontol nya yg masih ngaceng itu,
Aku pun berlutut, dengan kedua lutut ku berada di kanan kiri pangkal paha Martin, Sambil memegang kontol Martin dan mengarahkan moncong nya ke mulut memek ku…..
Lalu aku turunkan pantat ku, sehingga batang kontol Martin melesak masuk ke dalam liang memek ku,
Aku terpejam dengan bibir bergetar, karena waktu kontol nya membenam ke dalam liang memek ku, ada gesekan lagi yg membuat darah ku sur-ser dalam nikmat ini, Aku pun mulai mengayun pinggul ku, naik turun dan naik turun terus, sehingga kontol Martin tenggelam di dalam liang memek ku makin dalam, lalu muncul lagi batang kontol nya, tenggelam lagi dan muncul lagi, gila… Kuat banget dia,
Berlangsung cukup lama, karena Martin menarik kedua lengan ku, sehingga dada ku terhempas ke dada nya, Dalam posisi ini, Martin tidak pasif seperti tadi, Meski berada di bawah, Martin bisa mengentotkan kontol nya, sehingga tanpa menggerakkan pinggul pun aku bisa merasakan nikmat nya entotan kontol Martin itu,
Sepertinya aku mulai jatuh hati kepada pria ini, karena setiap sentuhan nya selalu saja menimbulkan getaran aneh di hati ku, Sementara dengan melihat bibirnya saja aku sudah gemas, ingin mencium dan melumat nya, lobang pepek ku di buat nya menganga lebar di hantam dengan dasyat nya,
Plookk… Plaakk.. plokkk…
Bibir macho itu aku cium dan ku lumat, Martin pun menanggapi, Ketika lidah ku terjulur sedikit, dia menyedot sampai terbenam ke dalam mulut nya, Suasana perasaanku pun semakin melayang – layang di alam birahi yg teramat indah ini, Bahkan aku tergetar – getar dalam perasaan bergelimang keindahan dalam kenikmatan ini, ada rasa bangga di hati ku, walau sudah beranak satu tapi lobang pepek ku di kentot dengan rakus nya oleh pria tampan dan tajir ini,
Semua ini terjadi dalam waktu yg cukup lama, Sehingga tubuh kami mulai bersimbah keringat, Aku pun jadi teringat kata – kata seorang pakar seksiologi di dalam buku nya, Dia bilang, persetubuhan tanpa menyukai pasangan adalah persetubuhan yg kurang berbobot, Karena persetubuhan yang berbobot hampir selalu diiringi dengan terbit nya keringat di tubuh sepasang manusia yang tengah melakukan nya,
Sampai pada suatu saat, kami berguling hati – hati ke posisi semula, sementara kontol Martin tetap berada dalam jepitan liang sanggama ku… Martin di atas, aku di bawah lagi, semakin dasyat kentotan nya,
Namun, oh, betapa romantisnya Martin ini, dia tidak buru – buru mengayun kontol nya, dia menyempatkan diri untuk mencium bibir ku dengan mesra… mesra sekali, Lalu membelai rambut ku sambil berkata,
“Hana… kamu benar – benar wanita yg memenuhi kriteria ku untuk menjadi calon istriku. Sayangnya aku terlambat… Hana sudah punya suami……!?”
“Sekarang aku sudah menjadi milik Martin, pake pepek ku sepuas mu Tin……!!” sahut ku,
“Tentu saja Hana ….!?” Ucap nya sambil terus memompa lobang ku,
“Saya meminta mu untuk berjumpa dan bercinta ini, bukan sekadar mau melampiaskan nafsu, Semua yg saya lakukan pada Hana ini dengan segenap perasaan, saya suka sama diri mu Han..…”
Lalu Martin menggerakkan kontol nya pelan – cepat berirama Membuat aku merasakan kebenaran ucapannya barusan, Bahwa ia melakukan semuanya ini dengan rasa suka yg besar pada ku, Bukan sekadar melampiaskan nafsu syahwat nya semata, kini aku di buat nya orgasme demi orgasme lagi, sudah hampir 1 jam lobang pepek ku di hajar nya,
Tentu saja aku pun menyambutnya dengan perasaan antara suka dan juga, AKu rengkuh leher nya ke dalam pelukan ku, Lalu ku ciumi bibirn nya dengan segenap perasaan ku,
Martin pun mulai melancarkan kentotan nya dalam kecepatan sedang Dan aku mulai menahan – nahan nafas ku, Dengan perasaan seolah tengah melayang – layang di langit tinggi… langit ketujuh, kata orang, Langit birahi manusia dewasa yang indah nya tiada banding, harus aku akui durasi main nya lama banget, kontol suami ku paling bertahan 15-20 menit dalam lobang pepek ku, tapu pria tampan ini udah hampir 1 jam menyetubuhi ku, Apakah dia mengkonsumsi obat kuat ….?? Aku tak peduli lagi,
Dalam kecepatan yg tidak terlalu tinggi ini, setiap geseran kontol Martin membuat tubuh ku tergetar – getar dalam nikmat yang sulit di ucapkan dengan kata – kata,
Martin memang sosok pria yg nyaris sempurna di mata ku, Dia berwajah ganteng kebule – bulean dengan mata yg tidak terlalu sipit, Hidung nya mancung sebagaimana lazim nya orang berdarah campuran dengan chinese dan bule, Bibirnya tampak macho dan selalu menggemaskan dan yg paling hebat adalah batang kontol nya itu, perkasa sekali, Ini Gila…. aku selalu ingin menciumi nya saat di kentot begini, Tubuh nya pun sangat atletis dan seksi di mata ku,
Seandainya dia benar – benar mencintai ku, oh… betapa akan bahagia nya aku ini kelak, Takkan ada lagi kekurangan materu yg memusingkan kepala ku, Semuanya akan berganti dengan kesenangan untuk dinikmati di dunia ini,
Dan ketika tubuh Martin sudah bermandikan keringat, Martin membisiki telinga ku,
“Aku sudah mau keluaarrr, Sayaaang….!!”
“Tahan sebentar… aku juga mau juga… biar bisa bareng lepas nya Aaarkghhhh…… !!” jerit tku sedikit panik, Takut orgasme duluan tercapai setelah Martin keburu ejakulasi,
“Tumpahkan di dalam aja Tin….. Aaacchhhh …..!!”
Martin tidak menyahut, Dia hanya melambatkan kentotan nya, Seolah menunggu orgasme ku,
Tak lama kemudian Martin mengayun kontol nya dalam gerakan yg cepat… cepat sekali…. Kontol nya maju mundur dengan begitu mantap nya di dalam liang memek ku ini,
Sampai pada suatu saat… ketika orgasme ku datang… aku peluk Martin seerat mungkin, sambil menahan nafas ku, Sementara Martin pun membenamkan kontol nya dalam -dalam dan menggerakkan nya dengan begitu cepat nya, membuat aku menjerit2 menahan gempuran nya itu…. Ughhhgg….
Lalu kontol Martin terasa mengejut – ngejut sambil memuncrat – muncratkan air mani nya…… Ughhhg,
Craaaat… craaaat… crettt… cretcret… craaaaaaattttt… crrrooottttttttt….
Berbarengan dengan kedutan – kedutan liang sanggama ku yg tengah mengalami orgasme… puncak dari segala kenikmatan dari hubungan seks berdua ini,
Martin mengelojot di atas tubuh ku, Lalu terkapar lemas dalam pelukan hangat ku,
Setelah sama – sama berpelukan dan berciuman kembali Martin berkata….
“Katakan saja terus terang… Apa yang paling di pikirkan oleh Hana untuk saya berikan….??” tanya Martin,
“Terserah kamu aja Tin… Yg utama berikan jabatan yg terbaik buat suami ku di perusahaan mu…..??”
“Okey Hana…. Apapun yg kamu minta, pasti saya berikan….?!”
Dia menciumi bibir ku lagi…..
“Suami mu mengijinkan saya untuk menikmati tubuh mu hingga besok…. Kamu mau kan Han …!?”
“Sepuas mu Tin…. Aku akan melayani mu….!?”
Malam itu kita makan berdua, berenang berdua di kolam villa itu, di bawah udara malam yg dingin dan di alam yg terbuka Martin kembali aku minta untuk menyetubuhi ku, sepanjang malam aku berjuang kuat melayani kemampuan ngentot nya yg luar biasa itu, hingga keesokan hari nya entah berapa kali sudah Martin menikmati jepitan hangat liang kemaluan ku ini,
Inilah awal dari perubahan yg di maksud suami ku itu, segala nya bisa kamu dapatkan dari boss muda ini, mobil, rumah, jabatan suami ku yg ekslusif di perusahaan milik Martin itu,
Akupun tetap melayani Martin seperti layak nya suami sendiri, dia menyukai aku, jadwal ku bersama Martin hanya di hari Sabtu dan Minggu saja, entah sampai kapan seperti ini, biarlah waktu yg menjawab nya, yg pasti saat ini aku,suami dan anak ku menikmati segala materi yg lumayan berlimpah dari boss Martin…….
Tamat

HAHACUAN: Situs Slot Resmi & Gacor Pasti WD

DAFATKAN SALDO GRATIS 20K UNTUK MEMBER BARU 
KLIK DI SINI

http://heylink.me/Untirtanew


Bingung mau nonton bola dimana ?
Layarbola21 Hadir menyajikan pertandingan pertandingan liga Top Dunia secara gratis yang dapat di akses melalui Live Streaming.

Share this content:

Komentar